Pemantauan bersama dilakukan untuk memastikan kondisi pesisir Jayapura tetap aman usai adanya laporan potensi kenaikan muka air laut.
Antisipasi Potensi Anomali
Pemantauan dilakukan menyusul adanya informasi mengenai potensi pasang tinggi air laut di wilayah utara Papua. Tim gabungan turun langsung ke titik-titik rawan genangan untuk mengecek perubahan kondisi secara real time.
“Hingga saat ini kondisi masih terpantau normal. Gelombang relatif tenang dan belum ada indikasi kenaikan yang berbahaya,” kata perwakilan BMKG Jayapura.
Koordinasi dengan Warga Pesisir
Pemkot Jayapura juga mengimbau warga di kawasan pesisir untuk tetap tenang namun tetap waspada. Informasi terbaru dari BMKG akan segera disebarkan apabila terjadi perubahan signifikan.
“Kami sudah menyiapkan jalur komunikasi cepat dengan RT/RW di daerah pesisir untuk menyampaikan peringatan dini jika diperlukan,” ujar Kepala BPBD Kota Jayapura.
Baca Juga : Perpustakaan Terapung Polairud Polresta Jayapura, Belajar Sambil Mengarungi Laut Youtefa
Langkah Mitigasi
Selain pemantauan langsung, Pemkot Jayapura menyiapkan langkah mitigasi berupa titik evakuasi sementara dan posko darurat. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana pesisir.
BMKG menegaskan bahwa pemantauan akan terus dilakukan beberapa hari ke depan, terutama pada saat puncak fase bulan purnama yang biasanya memengaruhi tinggi pasang air laut.



